Patriot
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Profil
  • Kontak
Top Posts
Tips dan Cara Berhenti Merokok untuk Mencegah Penyakit...
Makanan Pilihan untuk Pencegahan dan Pengobatan Tuberkulosis
Cara Menghindari Penyakit Tuberkulosis yang Efektif
Siapa yang Paling Rentan Tertular Tuberkulosis (TBC)?
Mengenal Penyakit Tuberkulosis atau TBC
Inovasi Terkini dalam Pengobatan Tuberkulosis
Langkah Efektif untuk Mencegah Penyebaran Tuberkulosis
Cara Minum Obat TBC Yang Benar Ini Wajib...

Patriot

  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Profil
  • Kontak

Waspada Tuberculosis di Tengah Pandemi Covid 19

by Rudi Trianto March 16, 2021June 23, 2024
written by Rudi Trianto March 16, 2021June 23, 2024
TBC di Tengah Pandemi

Tuberculosis atau TBC merupakan penyakit paru-paru yang penyebabnya adalah kuman Mycobacterius Tuberculosis. Kasus penyebaran TBC di Indonesia sangat tinggi. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi negara ketiga terbesar dengan kasus TBC di dunia setelah India dan China.

Menurut data Kemenkes, estimasi kasus tuberculosis di Indonesia mencapai 845.000 jiwa.  Penemuannya sekitar 69 persen atau sekitar 540.000 jiwa. Angka kematian penyakit TBC juga cukup tinggi, yaitu ada 13 orang per jam yang meninggal karena TBC. Kasus yang belum teridentifikasi juga memiliki potensi penularan yang sangat tinggi, sama seperti COVID-19. Walaupun sama-sama berbahaya dan menular melalui droplet serta saluran pernapasan, Wiendra menjelaskan bahwa ada beberapa perbedaan antara TBC dengan COVID-19, mulai dari gejala hingga cara penanganannya.

Selanjutnya pada gejala, Wiendra menjelaskan gejala TBC antara lain onset atau serangan kronik lebih dari 14 hari dengan gejala demam kurang dari 38 derajat celcius. Gejala lain yang menyertai berupa batuk berdahak, bercak darah, sesak napas memberat bertahap, berat badan turun dan berkeringat di malam hari. Sedangkan gejala COVID-19 antara lain dengan gejala onset akut kurang dari 14 hari, demam lebih dari 38 derajat celcius dengan batuk kering, sesak napas muncul segera setelah onset, nyeri sendi, pilek, nyeri kepala, gangguan penciuman atau pengecapan.

Proses diagnosis TBC dan COVID-19 juga memiliki kesamaan dengan menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) dan Polymerase Chain Reaction (PCR), namun perbedaannya ada pada pengambilan sampelnya. Untuk diagnosis COVID-19 harus melalui swab, sedangkan TBC cukup dengan dahak saja.

Baca Juga : 9 Tips Hidup Sehat di Tengah Pandemi Covid 19

Selain itu, perbedaan besar antara COVID-19 dengan TBC adalah COVID-19 belum ada obat yang dapat menyembuhkan. Sedangan TBC sudah ada obatnya dan gratis. Walaupun memiliki obat dalam membantu penyembuhan, masih banyak masyarakat yang menyepelekan penyakit TBC karena menganggapnya penyakit lama sehingga kurang memperhatikan kedisiplinan pada proses penyembuhan melalui konsumi obat yang telah tersedia. Hingga akhirnya para penderita TB menjadi resisten atau obatnya tidak mempan lagi melawan bakteri penyakit TBC tersebut.

Waspada Tuberculosis di Tengah Pandemi Covid 19

Waspada Tuberculosis di Tengah Pandemi Covid 19

Penanganan TBC di Tengah Pandemi

Pengendalian penyakit TBC selama pandemi COVID-19 turut mengalami beberapa hambatan, terlebih karena kekhawatiran pasien TBC serta pihak rumah sakit dalam melakukan pemeriksaan. Selanjutnya, Wiendra mengimbau kepada masyarakat penderita TBC untuk tetap selalu berobat ke pelayanan kesehatan yang ada dan mengkonsumsi obat hingga sembuh total sehingga penularannya tidak semakin meningkat.

Langkah pencegahan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia bahwa kesehatan dan kebersihan adalah hal yang penting. Hal ini turut menjadi peluang untuk mencegah penularan penyakit TBC dengan melakukan hal yang sama, seperti cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia Ir. Arifin Panigoro menjelaskan bahwa tantangan penyakit TBC di Indonesia telah sejak lama. Beban semakin bertambah dengan adanya pandemi COVID-19, hingga membuat semua pihak harus bekerja sama dengan keras untuk mengatasi potensi penularannya. Terlebih penderita penyakit TBC jumlahnya tidak sedikit.

Menurut Arifin, permasalahan utama setelah adanya COVID-19 adalah pemerintah kini berpusat kepada pengendalian COVID-19. Padahal, tanpa adanya COVID-19, temuan kasus TBC sudah terbatas. Apa lagi dengan adanya pandemi COVID-19, pengendalian TBC menjadi terbengkalai di semua tahapannya.

Arifin juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam menekan potensi penularan COVID-19 maupun TBC. Semua pihak harus bekerja lebih keras dalam penanganan COVID-19 yang masih berlangsung saat ini. Namun di sisi lain ada pekerjaan yang belum selesai terkait penanganan TBC. Sejalan dengan Arifin, Wiendra juga kembali menegaskan bahwa pelayanan TBC tidak bisa berhenti dan protokol kesehatan harus tetap dipatuhi. Sehingga pelayanan TBC tetap berjalan dengan baik sekaligus pencegahan COVID-19 juga berjalan. Pelayanan bagi pasien TBC juga dapat terlaksana secara daring melalui sistem Go-Drug. Sehingga tidak perlu keluar rumah untuk mendapatkan obat TBC. Sumber : www.covid19.go.id

cara minum obat tbc yang benarciri penyakit tbcefek samping obat tbcgejala tbcgejala tuberkulosis parulp tuberkulosis paruobat alami tbcobat tbc alamipengobatan tuberkulosis parupenyakit tbcspondilitis tuberkulosistanda-tanda tbcTBCtbc disebabkan olehtuberkulosistuberkulosis kelenjartuberkulosis miliertuberkulosis tulangWaspada Tuberculosis di Tengah Pandemi Covid 19
previous post
Mengenal Bahaya Vape atau Rokok Elektrik
next post
RS Paru Dr Ario Wirawan Salatiga Peringati TB Day

You may also like

Wisuda 10 Pasien Sembuh TBC Resisten Obat

January 16, 2021

Pejuang Anti TBC Resisten Obat RSPAW Salatiga

March 29, 2019

RS Paru Dr Ario Wirawan Salatiga Peringati TB...

March 26, 2021

Walikota Salatiga Serahkan Sertifikat Sembuh Pasien TBC

March 26, 2021

Sosialisasi Berantas Tuberkulosis dengan “Getuk Telo”

July 15, 2019

Launching Program Desa Sehat Bebas TBC

January 16, 2021

Pasien Pertama TB MDR RSPAW Yang Sembuh

April 5, 2019

Patriot Berbagi Pengalaman Dalam Seminar Tuberkulosis

April 18, 2019

Seminar Nasional Peringati World TB Day

March 29, 2019

2 Pasien Covid-19 di RSPAW Salatiga Sembuh

May 7, 2020

TOSS TB

Promotion Image

banner ads

Etiket Batuk TB

Promotion Image

Recent Posts

  • Tips dan Cara Berhenti Merokok untuk Mencegah Penyakit TBC

    September 6, 2024
  • Makanan Pilihan untuk Pencegahan dan Pengobatan Tuberkulosis

    January 23, 2024
  • Cara Menghindari Penyakit Tuberkulosis yang Efektif

    January 20, 2024
  • Siapa yang Paling Rentan Tertular Tuberkulosis (TBC)?

    January 5, 2024

YOUTUBE

Dukung Channel Youtube Kami, dengan Like, Comment, Share, and Subscribe. Nyalakan juga lonceng notifikasinya

Facebook

Facebook

Kelender

December 2024
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Sep    
  • Privacy Policy
  • Kontak

@2020 - patriotindonesia.org